Seorang Ibu menjawab sebuah pertanyaan dari anak laki-lakinya dengan penuh senyuman tulusnya..:
Nak.....
Ikhwan sejati
Bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar,
Tapi dari kasih sayangnya pada orang disekitarnya
Bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang
Tapi dari kelembutan mengatakan kebenaran
Bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya
Tapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa
Bukanlah dilihat bagaimana dia dihormati ditempat kerjanya
Tapi bagaimana dia dihormati di rumahnya
Bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan
Tapi dari sikap bijaknya memahami persoalan
Bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang
Tapi dari hati yang ada dibalik itu
Bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja
Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintai
Bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan
Tapi dari tabahnya dia menjalani liku-liku kehidupan
Bukan dilihat dari kerasnya dia membaca Al-Qur'an
Tapi konsistennya dia menjalankan apa yang ia baca
Si anak bertanya kembali..
"Siapakah yang dapat memenuhi kriteria seperti itu,Ummi?"
Si Ibu memberi sebuah buku dan berkata
"Pelajari siapa yang ada di dalam buku ini!"
Si anak menerima dan membaca judul buku itu sambil berkata
"Oooo....Muhammad, semoga sholawat dan salam selalu tercurah atas dia wahai Robbanaa...
Tuesday, October 25, 2005
Bagi kamu yang Aku ...
Courtesy From Myquran.com
ce :
Mengapa kamu menyukai saya?
Mengapa kamu mencintai saya?
co :
Saya tidak dapat menjelaskannya alasannya...
tetapi saya sungguh menyukai kamu
ce :
Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya,
bagaimana kamu dapat berkata kamu menyukai saya ?
bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya ?
co :
Saya sungguh tidak tau alasannya,
tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.
ce :
Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya.
Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya
bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
co :
Ok ok!!!! Hmm karena kamu cantik,
karena suaramu enak didengar,
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakkanmu.
Sayangnya,
beberapa hari kemudian,
sang cewek mengalami kecelakaan dan mangalami koma.
Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya,
dan isinya sebagai berikut :
Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu...
sekarang dapatkah kamu berbicara?
Tidak!
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu...
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Karena senyummu,karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Jika cinta memerlukan alasan,
seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai kamu lagi.
Apakah cinta memerlukan alasan?
TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.
-----
Tetapi jika cinta tetap memerlukan alasan...
maka alasannya hanya satu...
Aku Mencintaimu karena Allah...
ce :
Mengapa kamu menyukai saya?
Mengapa kamu mencintai saya?
co :
Saya tidak dapat menjelaskannya alasannya...
tetapi saya sungguh menyukai kamu
ce :
Kamu bahkan tidak dapat memberikan alasan kepada saya,
bagaimana kamu dapat berkata kamu menyukai saya ?
bagaimana kamu dapat berkata kamu mencintai saya ?
co :
Saya sungguh tidak tau alasannya,
tetapi saya dapat membuktikan bahwa saya mencintai kamu.
ce :
Bukti? Tidak! Saya mau kamu menjelaskan alasannya.
Pacar kawan saya dapat berkata kepada kawan saya
bahwa dia mencintai kawan saya, tetapi kamu tidak dapat!
co :
Ok ok!!!! Hmm karena kamu cantik,
karena suaramu enak didengar,
karena kamu penuh perhatian,
karena kamu mengasihi,
karena kamu bijaksana,
karena senyummu,
karena setiap gerakkanmu.
Sayangnya,
beberapa hari kemudian,
sang cewek mengalami kecelakaan dan mangalami koma.
Sang cowok kemudian menaruh surat di sisinya,
dan isinya sebagai berikut :
Kekasihku,
Karena suaramu yang merdu saya mencintaimu...
sekarang dapatkah kamu berbicara?
Tidak!
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Karena kamu penuh perhatian dan peduli
maka saya menyukaimu...
Sekarang kamu tidak dapat menunjukkannya,
oleh karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Karena senyummu,karena setiap gerakanmu
maka saya mencintaimu.
Sekarang dapatkah kamu tersenyum?
Dapatkah kamu bergerak?
Tidak!
Karena itu saya tak dapat mencintaimu.
Jika cinta memerlukan alasan,
seperti sekarang,
maka tidak ada alasan lagi bagi saya untuk mencintai kamu lagi.
Apakah cinta memerlukan alasan?
TIDAK!
Oleh karena itu, saya masih tetap mencintaimu
dan Cinta tidak memerlukan alasan.
-----
Tetapi jika cinta tetap memerlukan alasan...
maka alasannya hanya satu...
Aku Mencintaimu karena Allah...
Hidup ku Adalah
Setiap hari aku terbangun dari lelapnya tidur dengan sebuah kehidupan baru,
setiap saat dengan dada membusung aku katakan : "ini hidupku",
dan karenanya aku tidak ingin orang lain masuk dan mencampurinya,
aku ingin bebas melakukan apa saja yang aku mau,
aku ingin dapat melakukan apa saja yang aku suka,
karena ini adalah hidupku sendiri,
tanpa pernah sekalipun menyadari,
kalau hidupku ternyata bukanlah hanya milikku seorang sama sekali.
Hidupku adalah milik ibuku,
karena dia telah mengandung,
melahirkan dan menyusuiku,
dia mengisi hatiku dengan cintanya,
dan menampung air mataku dengan tangan sucinya,
karena dia berjanji berjalan disampingku sampai akhir hayatnya.
Hidupku adalah milik ayahku,
karena dia menjaga dan melindungiku sejak kanak-kanakku,
dia membuatku bisa hidup dan berkembang,
dengan pengorbanan dia tidak bisa selalu berada di dekatku,
ya, tapi dia berjanji selalu ada untuk mengangkatku saat terjatuh.
Hidupku adalah milik saudara-saudariku,
karena mereka mencintaiku seolah aku adalah bagian dari tubuh mereka,
menangis dan tertawa bersamaku.
Hidupku adalah milik suami/istriku skrg/kelak,
karena aku telah berjanji di hadapan dunia,
bahwa aku akan bersamanya selama jantungku masih berdenyut,
karena untuk aku, dia telah meninggalkan dunianya jauh di belakang,
hidup, bernafas, tersenyum, dan bersedih denganku
Hidupku adalah milik anak-anakku kelak,
karena anak-anakku selalu menungguku kepulanganku.
Hidupku adalah milik sahabat-sahabatku,
milik mereka yang menanyakan kabarku,
mereka yang tersenyum padaku,
mereka yang mau menampung bebanku,
mereka yang menepuk pundakku,
mereka yang memintaku berhenti melakukan hal2 bodoh,
mereka yang bahagia denganku,
mereka yang mentertawai kebodohanku,
mereka yang selalu mengharapkan kehadiranku,
mereka yang berjalan dan selalu ada di sampingku ,
mereka yang mengatakan "aku mencintaimu",
karena kesedihanku akan menjadikan hari terasa suram bagi mereka,
dan kegembiraanku akan menjadi penambah semangat bagi mereka,
karena sakitku akan terasa sakit juga bagi mereka,
dan senyumku akan menjadi senyum mereka pula.
Betapa bodohnya bila dalam hidupku,
aku menganggap hidupku hanya milikku sendiri,
padahal setiap detik hidupku adalah
milik mereka yang mencintaiku dan menyayangiku,
milik mereka yang menungguku,
dan milik mereka yang pernah, sekarang dan akan ada dalam hidupku.
Hidup ini begitu indah,
maka buatlah menjadi lebih indah
dengan melakukan segala sesuatu yang indah
buat semua orang.
dedicated to bbzkids
setiap saat dengan dada membusung aku katakan : "ini hidupku",
dan karenanya aku tidak ingin orang lain masuk dan mencampurinya,
aku ingin bebas melakukan apa saja yang aku mau,
aku ingin dapat melakukan apa saja yang aku suka,
karena ini adalah hidupku sendiri,
tanpa pernah sekalipun menyadari,
kalau hidupku ternyata bukanlah hanya milikku seorang sama sekali.
Hidupku adalah milik ibuku,
karena dia telah mengandung,
melahirkan dan menyusuiku,
dia mengisi hatiku dengan cintanya,
dan menampung air mataku dengan tangan sucinya,
karena dia berjanji berjalan disampingku sampai akhir hayatnya.
Hidupku adalah milik ayahku,
karena dia menjaga dan melindungiku sejak kanak-kanakku,
dia membuatku bisa hidup dan berkembang,
dengan pengorbanan dia tidak bisa selalu berada di dekatku,
ya, tapi dia berjanji selalu ada untuk mengangkatku saat terjatuh.
Hidupku adalah milik saudara-saudariku,
karena mereka mencintaiku seolah aku adalah bagian dari tubuh mereka,
menangis dan tertawa bersamaku.
Hidupku adalah milik suami/istriku skrg/kelak,
karena aku telah berjanji di hadapan dunia,
bahwa aku akan bersamanya selama jantungku masih berdenyut,
karena untuk aku, dia telah meninggalkan dunianya jauh di belakang,
hidup, bernafas, tersenyum, dan bersedih denganku
Hidupku adalah milik anak-anakku kelak,
karena anak-anakku selalu menungguku kepulanganku.
Hidupku adalah milik sahabat-sahabatku,
milik mereka yang menanyakan kabarku,
mereka yang tersenyum padaku,
mereka yang mau menampung bebanku,
mereka yang menepuk pundakku,
mereka yang memintaku berhenti melakukan hal2 bodoh,
mereka yang bahagia denganku,
mereka yang mentertawai kebodohanku,
mereka yang selalu mengharapkan kehadiranku,
mereka yang berjalan dan selalu ada di sampingku ,
mereka yang mengatakan "aku mencintaimu",
karena kesedihanku akan menjadikan hari terasa suram bagi mereka,
dan kegembiraanku akan menjadi penambah semangat bagi mereka,
karena sakitku akan terasa sakit juga bagi mereka,
dan senyumku akan menjadi senyum mereka pula.
Betapa bodohnya bila dalam hidupku,
aku menganggap hidupku hanya milikku sendiri,
padahal setiap detik hidupku adalah
milik mereka yang mencintaiku dan menyayangiku,
milik mereka yang menungguku,
dan milik mereka yang pernah, sekarang dan akan ada dalam hidupku.
Hidup ini begitu indah,
maka buatlah menjadi lebih indah
dengan melakukan segala sesuatu yang indah
buat semua orang.
dedicated to bbzkids
Pelajaran Sang Keledai
Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Sementara si petani, sang pemiliknya, memikirkan apa yang harus dilakukannya.Akhirnya, ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun karena berbahaya. Jadi tidak berguna
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.
Renungan:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.
menolong si keledai. Ia mengajak tetangganya untuk membantu-nya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.
Ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia meronta-ronta. Tetapi kemudian, ia menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang melihatnya.Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan.Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu. Si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas punggung hewan
itu, namun si keledai juga terus menguncangkan badannya dan kemudian melangkah naik. Si keledai akhirnya bisa meloncat dari sumur dan kemudian melarikan diri.
Renungan:
Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepada kita, segala macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari "sumur" (kesedihan dan masalah) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran dan hati kita) dan melangkah naik dari "sumur" dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari "sumur" yang terdalam dengan terus berjuang, jangan pernah menyerah. Guncangkanlah hal-hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik.
Si Tukang kayu
Seorang tukang kayu tua bermaksud pensiun dari pekerjaannya di sebuah perusahaan konstruksi real estate. Ia menyampaikan keinginannya tersebut pada pemilik perusahaan. Ia ingin beristirahat dan menikmati sisa hari tuanya dengan penuh kedamaian bersama istri dan keluarganya.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya.Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab.Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.
Pemilik perusahaan merasa sedih kehilangan salah seorang pekerja terbaiknya. Ia lalu memohon pada tukang kayu tersebut untuk membuatkan sebuah rumah untuk dirinya. Tukang kayu mengangguk menyetujui permohonan pribadi pemilik perusahaan itu. Tapi, sebenarnya ia merasa terpaksa. Ia ingin segera berhenti. Hatinya tidak sepenuhnya dicurahkan.
Dengan ogah-ogahan ia mengerjakan proyek itu. Ia cuma menggunakan bahan-bahan sekedarnya. Akhirnya selesailah rumah yang diminta oleh tuannya.Hasilnya bukanlah sebuah rumah yang baik. Sungguh sayang ia harus mengakhiri kariernya dengan prestasi yang tidak begitu mengagumkan.
Ketika pemilik perusahaan itu datang melihat rumah yang dimintanya, ia menyerahkan sebuah kunci rumah pada si tukang kayu.
'Ini adalah rumahmu, ' katanya, 'hadiah dari kami.' Betapa terkejutnya si tukang kayu. Betapa malu dan menyesalnya. Seandainya saja ia mengetahui bahwa ia sesungguhnya mengerjakan rumah untuk dirinya sendiri, ia tentu akan mengerjakannya dengan cara yang lain sama sekali. Kini ia harus tinggal di sebuah rumah yang tak terlalu bagus hasil karyanya sendiri.
Teman, itulah yang terjadi pada kehidupan kita. Kadangkala, banyak dari kita yang membangun kehidupan dengan cara yang membingungkan dan kurang bertanggung jawab.Lebih memilih berusaha ala kadarnya ketimbang mengupayakan yang baik. Bahkan, pada bagian-bagian terpenting dalam hidup kita tidak memberikan yang terbaik.
Pada akhir perjalanan kita terkejut saat melihat apa yang telah kita lakukan dan menemukan diri kita hidup di dalam sebuah rumah yang kita ciptakan sendiri.
Seandainya kita menyadarinya sejak semula kita akan menjalani hidup ini dengan cara yang jauh berbeda.
Renungkan bahwa kita adalah si tukang kayu. Renungkan 'rumah' yang sedang kita bangun. Setiap hari kita memukul paku, memasang papan, mendirikan dinding dan atap. Mari kita selesaikan 'rumah' kita dengan sebaik-baiknya seolah-olah hanya mengerjakannya sekali saja dalam seumur hidup.
Resep Masakan Cinta
Inilah Resep Masakan Cinta yang perlu dicoba,
dijamin akan lezat dan memuaskan.
BAHAN: 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100%
Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol
kasih sayang murni.
BUMBU: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1
bungkus doa, 2 sendok teh telpon-telponan,
Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang.
TIPS: Pilih pria dan wanita yang benar-benar
matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang
lainnya terlalu muda karena dapat
mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di
toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun
agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK
atau PARTY karena walaupun modelnya bagus
dan harum baunya tapi kadang menipu
konsumen atau kadang menggunakan zat
pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap 'IMAN, HARAP &
KASIH' yang telah mendapatkan penghargaan
ISO dari Departemen Kesehatan dan
Kerohanian
Cara Memasak :
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua
masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan
komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang
dan panggang dengan api cinta, merata sekitar
30 menit di depan penghulu atau pendeta.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami
dengan semua bumbu di atas.
- Kue siap dinikmati.
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh
pembuatnya seumur hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat.
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi
humor segar secukupnya, rekreasi sesuai
selera, serta beberapa potong doa kemudian
dihangatkan lagi di oven bermerek 'Tempat
Ibadah' diatas api cinta. Setelah mulai hangat,
jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
dijamin akan lezat dan memuaskan.
BAHAN: 1 pria sehat, 1 wanita sehat, 100%
Komitmen, 2 pasang restu orang tua, 1 botol
kasih sayang murni.
BUMBU: 1 balok besar humor, 25 gr rekreasi, 1
bungkus doa, 2 sendok teh telpon-telponan,
Semuanya diaduk hingga merata dan
mengembang.
TIPS: Pilih pria dan wanita yang benar-benar
matang dan seimbang.
- Jangan yang satu terlalu tua dan yang
lainnya terlalu muda karena dapat
mempengaruhi kelezatan (sebaiknya dibeli di
toserba bernama TEMPAT IBADAH, walaupun
agak jual mahal tapi mutunya terjamin.)
- Jangan beli di pasar yang bernama DISKOTIK
atau PARTY karena walaupun modelnya bagus
dan harum baunya tapi kadang menipu
konsumen atau kadang menggunakan zat
pewarna yang bisa merusak kesehatan.
- Gunakan Kasih sayang cap 'IMAN, HARAP &
KASIH' yang telah mendapatkan penghargaan
ISO dari Departemen Kesehatan dan
Kerohanian
Cara Memasak :
- Pria dan Wanita dicuci bersih, buang semua
masa lalunya sehingga tersisa niat yang murni.
- Siapkan loyang yang telah diolesi dengan
komitmen dan restu orang tua secara merata.
- Masukkan niat yang murni ke dalam loyang
dan panggang dengan api cinta, merata sekitar
30 menit di depan penghulu atau pendeta.
- Biarkan di dalam loyang tadi dan sirami
dengan semua bumbu di atas.
- Kue siap dinikmati.
Catatan: Kue ini dapat dinikmati oleh
pembuatnya seumur hidup dan paling enak
dinikmati dalam keadaan kasih yang hangat.
Tapi kalau sudah agak dingin, tambahkan lagi
humor segar secukupnya, rekreasi sesuai
selera, serta beberapa potong doa kemudian
dihangatkan lagi di oven bermerek 'Tempat
Ibadah' diatas api cinta. Setelah mulai hangat,
jangan lupa telepon-teleponan bila berjauhan.
Saturday, October 22, 2005
Tentang ane
Lahir di kota yang dikenal dengan sebutan Jakarta, dengan nama lengkap Heri Dwi Prasetia, tapi dari kecil biasa dipanggil dhepe. Besar di Jakarta Timur tepatnya balai rakyat ada juga yang menyebutnya tanah 80, sampai pernah terdampar di kota lampung selama setahun dan akhirnya kembali lagi ke kota Jakarta.
Dari sejak kecil gue udah suka yang namanya film animasi kartun, khususnya anime. Masih seger diotak gue dulu sering treak - treak “Lets volt in” waktu pulang sekolah bareng temen - temen SD. Nonkrong depan rumah nunggu bareng temen yang freak komik, dan majalah “icank gendut” ; hepi banget kalo ada kaset, komik, dan majalah anime.
Gue juga suka koding baik dengan Pascal atau delphi, kadang - kadang juga dengan Visual Basic, PHP, asp, perl, c, c++, kylx, atau python tergantung situasi dan kebutuhan.
Sekarang lagi hobi utik utik video, heheh jadi balik lagi kayak jaman sekolah dulu, Gue sekarang lagi kerja di PT.Nusantara Compnet Integrator, lumayanlah buat nambah - nambah ilmu sekaligus nabung buat biaya kuliah gue nanti. Balik lagi soal Anime, diantara sekian banyak koleksi anime, Fullmetal Alchemist adalah salah satu anime yang paling sering gue puter ulang dan nggak bosen, entah kenapa gue sendiri juga bingung. Selain itu gue juga seneng ngerakit GUNDAM Model Kit, baru 5 Biji tapi lumayan lah ngumpulin satu demi satu, kalo beli borongan ya mana kuat lah orang 1 biji aja harganya lebih dari 100 rebu T_T; tapi sekarang semuanya dah dimusnahin /sob.
Sekarang sehari - hari gue lagi biasain make Linux, entah itu dikantor atau dirumah, oh iya dirumah gue make “BAJAKAN” Windows XP SP 2 untuk koding dengan delphi atau maen Online Game, abiz kalo pake linux blom ada modulnya T_T;.
Berikut adalah barang - barang yang selalu kubawa kemana gue pergi:
* Al-Qur'an kecil dan Al-ma'tsurat (gini-gini gue alim lho ^^;)
* Tas “Alto” Isinya Laptop Dell Latitude P III, CD kosong, Flash Disk, kunci dan uang recehan
* ATM bank BCA dan KTP
* FloppyDisk 1.4M isinya Putty
* Linux Live CD
* USB Bluetooth dongle.
Biasa mangkal di:
* ElkA Forum dengan nick dhepe
* YM! dengan nick bbzkids
* IQC #301111205
* MyQuran dengan id dhepe
* animemata dengan id dhepe
* animeindo dengan id dhepe
* Friendster dengan id "dhepe" dan "akh dhepe"
Dari sejak kecil gue udah suka yang namanya film animasi kartun, khususnya anime. Masih seger diotak gue dulu sering treak - treak “Lets volt in” waktu pulang sekolah bareng temen - temen SD. Nonkrong depan rumah nunggu bareng temen yang freak komik, dan majalah “icank gendut” ; hepi banget kalo ada kaset, komik, dan majalah anime.
Gue juga suka koding baik dengan Pascal atau delphi, kadang - kadang juga dengan Visual Basic, PHP, asp, perl, c, c++, kylx, atau python tergantung situasi dan kebutuhan.
Sekarang lagi hobi utik utik video, heheh jadi balik lagi kayak jaman sekolah dulu, Gue sekarang lagi kerja di PT.Nusantara Compnet Integrator, lumayanlah buat nambah - nambah ilmu sekaligus nabung buat biaya kuliah gue nanti. Balik lagi soal Anime, diantara sekian banyak koleksi anime, Fullmetal Alchemist adalah salah satu anime yang paling sering gue puter ulang dan nggak bosen, entah kenapa gue sendiri juga bingung. Selain itu gue juga seneng ngerakit GUNDAM Model Kit, baru 5 Biji tapi lumayan lah ngumpulin satu demi satu, kalo beli borongan ya mana kuat lah orang 1 biji aja harganya lebih dari 100 rebu T_T; tapi sekarang semuanya dah dimusnahin /sob.
Sekarang sehari - hari gue lagi biasain make Linux, entah itu dikantor atau dirumah, oh iya dirumah gue make “BAJAKAN” Windows XP SP 2 untuk koding dengan delphi atau maen Online Game, abiz kalo pake linux blom ada modulnya T_T;.
Berikut adalah barang - barang yang selalu kubawa kemana gue pergi:
* Al-Qur'an kecil dan Al-ma'tsurat (gini-gini gue alim lho ^^;)
* Tas “Alto” Isinya Laptop Dell Latitude P III, CD kosong, Flash Disk, kunci dan uang recehan
* ATM bank BCA dan KTP
* FloppyDisk 1.4M isinya Putty
* Linux Live CD
* USB Bluetooth dongle.
Biasa mangkal di:
* ElkA Forum dengan nick dhepe
* YM! dengan nick bbzkids
* IQC #301111205
* MyQuran dengan id dhepe
* animemata dengan id dhepe
* animeindo dengan id dhepe
* Friendster dengan id "dhepe" dan "akh dhepe"
Subscribe to:
Posts (Atom)